Jumat, 27 September 2013

Karakter Pemimpin yang Ideal

RINALDI SUPRIADI
1106158
PENDIDIKAN BAHASA ARAB 
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Karakter pemimpin yang ideal
Dikutip dalam sebuah hadist Nabi Muhammad SAW, yang bersabda : “كلّكم راء و كلّ راء مسئول عن رعيّته” yang berarti setia orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin dipertanyakan kepemimpinan nya. Jadi memiliki sifat kepimimpinan adalah hal yang manusiawi, setiap orang punya hak untuk menjadi pemimpin tak ada yang bisa melarang itu, baik kepemimpinan secara individu ataupun secara sosial. Tapi yang perlu kita ketahui sebagai manusia bagaimana mengapresiasikan kepimimpinan tersebut agar bisa dipandang sebagai pemimpin yang ideal.
Coba kamu tebak apa arti kepemimpinan ? kebanyakan orang melihat kepemimpinan adalah kedudukan atau posisi semata. Akibatnya, banyak orang yang ngejar untuk jadi seorang pemimpimpin dengan menghalalkan segala cara. Sebagai contoh :
“Disebuah universitas sedang terjadi pemilihan presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Aldi ikut bersaing untuk memperoleh jabatan bergengsi itu. Aldi  sangat ingin menjadi presiden BEM karena dengan jabatan ia berharap akan menjadi orang yang disenangi perempuan-perempuan, popular, dan disegani. Ia menggunakan berbagai cara untuk memperoleh jabatan tersebut. Dari mulai menteraktir teman-temannyamakan, jelek-jelekin pesaingnya sampai ngejilat dan carmuk alias cari muka sama teman-temannya. Akhirnya ia terpilih menjadi ketua BEM universitas”.
Bagaimana menurutmu hasil dari kepemimpinannya ? ternyata pemimpin seperti Aldi menggunakan kekuasaannya untuk menguasai orang lain agar mereka mengikutinya. Jenis pemimpin seperti itu lebih sering berbuat seenaknya, hingga akhirnya ia tidak dicintai, tidak disegani, tidak ditaati bahkan banyak yang akan memusuhinya.
Gaya kepemimpinan yang melanggar ketentuan Tuhan yang Maha Esa (sunnatullah) hanya akan menghasilkan kehancuran dan permusuhan.
Semua kata dan sikap manusia akan menentukan apakah ia pantas atau tidak menjadi pemimpin bagi orang lain. Jika menjadi seorang pemimpin, pengaruh yang dibuat tergantung prinsip yang dianut. Begitu juga sebaliknya, linkungan bisa membuat orang menjadi pengikut disadari atau tidak. Jika seseorang tidak mempunyai prinsip maka akan sangat mudah terpengaru oleh lingkungan. Disekeliling kita banyak contoh pemimpin dengan tipikal, gaya dan prinsip yang berbeda. Ada pemimpin yang pintar tapi tidak dicintai oleh lingkungannya.
Tingkat keberhasilan  seseorang ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat kepemimpinannya. Tingkat kepemimpina seseorang juga ditentukan oleh seberapa besar dan seberapa jauh tingkat pengaruh yang ia buat. Oleh karena itu ada lima tangga kepemimpina yang ideal dimana setiap tangga mencakup semua hal secara sistematis, dan prasyarat utama. Dengan melalui lima tangga kepemimpina tersebut diharapkan semua masalah kepemimpinan bisa terantisipasi.
Lima tangga kepemimpina yang ideal iti ialah :
Pemimpin tingkat 1 : Pemimpin yang dicintai
Pemimpin tingkat 2 : Pemimpin yang Dipercaya
Pemimpin tingkat 3 : Pembimbing
Pemimpin tingkat 4 : Pemimpin yang berkrepibadian
Pemimpin tingkat 5 : Pemimpin yang Abadi
1.       Pemimpin tingkat 1 : Pemimpin yang Dicintai
Seseorang bisa mencintai orang lain tanpa memimpin mereka, tetapi ia tidak bisa memipin orang lain tanpa mencintai mereka. Pernyataan ini menggambarkan bagaimana seorang pemimpin harus mampu berhubungan baik dengan orang lain. Seorang pemimpin tidak hanya bisa menunjukan prestasi kerjanya saja, tapi ia harus mencintai dan dicintai orang lain. Tangga ini tidak boleh diloncat, jika diloncati maka orang lain tidak akan mendukungmu, karena mereka tida menyukainya. Contoh seorang pemimpim seperti itu adalah Nabi Muhammda SAW, beliau adalah pemimpin yang dicintai umatnya dan mencintai umatnya
2.       Pemimpin tingkat 2 : Pemimpin yang Dipercaya
Seseorang yang mempunyai integritas tinggi adalah orang yang penuh keberaniandan berusaha tanpa kenal putus asa meraih apa yang dicita-citakannya. Cita-cita yang dimilikinya mampu mendorong dirinya untuk tetap konsisten dengan langkahnya. Saat seseorang mencapai tingkat ini, maka orang lain akan melihat bagaimana komitmennya, hingga mereka akan menilai untuk mengikutinya atau tidak ?
Integritas akan membuat seseorang dipercaya, dan dan kepercayaan ini akan membuahkan pengikut. Kemudia akan tercipta kelompok yang mempunyai satu tujuan. Inilah tangga kedua kepemimpinan yang ideal. Setelah mencapai landsan sebagai pemimpin yang dicintai, ,aka tingkat kedua adalah integritas yang menciptakan kepercayaan.
3.       Pemimpin tingkat 3 : Pembimbing
Pemimpin yang berhasil bukanlah dinilai dari luasnya kekuasaan yang dimiliki, tapi lebih karena kemampuannya member motivasi dan kekuatan kepada orang lain. Seseorang bisa dikatakan gagal jika tidak memiliki penerus. Pada tangga inilah puncak loyalitas penerusnya akan terbentuk.
4.       Pemimpin tingkat 4 : Pemimpin yang berkepribadian
Haryry S. Truman pernah berkata, “ Disiplin pribadi (diri sendiri) adalah suatu hal yang datang lebih dulu, pemimpin tidak akan pernah bisa memimpin orang lain jika dia belum berhasil memimpin dirinya sendiri. Pemimpin harus mampu dan berhasil menjelajahi dirinya sendiri; mengenal secara mendalam siapa diri sebenarnya. Sebelum dia memimpin keluar, dia harus lebih dulu memimpin kedalam”.
5.       Pemimpin tingkat 5 : Pemimpin yang Abadi
Ajaran Nabi Muhammad SAW mencakup intelektual, emosional, dan spiritual. Prinsipnya adalah mengarahkan orang kepada kebenaran, kebaikan, kemajuan dan keberhasilan. Metodenya adalah metode terbaik yang pernah ada dimuka bumi, khususnya dibidang kepemimpinan dan akhlak.
Semua terasa sesuai dengan suara hati; cocok dengan martabat kehormatan manusia; sekaligus membersihkan belenggu yang bisa membuat orang jadi buta, hingga sesungguhnya title mahaguru dari kecerdasan emosi yang saat ini diakui lebih [enting dari IQ atau kecerdasan otak,
Disematkan kepada Rasulullah SAW .inilah yang disebut kepemimpinan abadi.
Seperti itulah tangga-tangga kepemimpinan yang ideal dan semuanya telah tersematkan oleh Nabi Muhammad SAW, kita patut mencontoh kepemimpinan beliau karena suada tidak diragukan lagi. Semoga kita menjadi pemimpin ideal yang dinginkan bangsa.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar